Internasional

Turki : anak-anak jadi penderita konflik bersenjata yang tersebut tak proporsional

17
×

Turki : anak-anak jadi penderita konflik bersenjata yang tersebut tak proporsional

Share this article
Turki : anak-anak jadi penderita konflik bersenjata yang digunakan yang disebutkan tak proporsional

Washington – Duta Besar Turki untuk PBB Ahmet Yildiz menyatakan keprihatinannya berhadapan dengan anak-anak yang dimaksud secara bukan proporsional terkena dampak konflik bersenjata dalam seluruh dunia.

“Anak-anak terus terkena dampak negatif kemudian bukan proporsional dari pengamanan keamanan lalu tantangan kemanusiaan yang dimaksud disebabkan oleh konflik bersenjata di dalam seluruh dunia,” kata Dubes Ahmet Yildiz sebagaimana dilaporkan Anadolu, Kamis.

Merujuk pada laporan terbaru Sekretaris Jenderal Urusan Anak-anak kemudian Konflik Bersenjata, Yildiz mengutarakan konflik di dalam negeri Israel lalu Palestina semata menyebabkan peningkatan pelanggaran berat sebesar 155 persen.

“Saya tidak ada akan mengulangi jumlahnya, namun jumlah keseluruhan yang digunakan terbentuk pada konflik ini lalu pelanggaran lainnya dan juga sifat kekejaman pada konflik di Kawasan Gaza ini tidak ada ada bandingannya serta belum pernah terbentuk sebelumnya,” ucapnya.

Duta Besar pun menyampaikan kegelisahan bahwa jumlah agregat yang dimaksud kemungkinan besar lebih besar dari yang tersebut diverifikasi pada laporan lantaran situasi ke lapangan.

Ia juga menekankan bahwa tiada ada solusi bagi anak-anak Palestina selain gencatan senjata permanen, bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, dan juga dimulainya kembali pendidikan.

Beralih ke konflik ke Suriah, dirinya mengungkapkan penderitaan anak-anak terus tiada berkurang lantaran pelanggaran berat yang dikerjakan rezim Assad kemudian organisasi teroris seperti PKK/YPG kemudian cabangnya, SDF.

Laporan terbaru dari Komisi Penyelidikan Internasional Independen Republik Arab Suriah, sambungnya, juga menegaskan bahwa organisasi teroris adalah pelaku utama pelanggaran kemudian kejahatan serius terhadap anak-anak di dalam Suriah.

“Fakta mengenai pelanggaran berat yang mana dikerjakan organisasi teroris ini sangat jelas. Oleh akibat itu, mengharapkan organisasi teroris terikat oleh komitmen kerangka internasional yang dimaksud disebut Rencana Aksi 2019 adalah sebuah ilusi,” tuturnya.

Beralih ke konflik yang mana sedang berlangsung di Ukraina, Yildiz juga menyatakan keprihatinannya terhadap anak-anak di sana lalu menambahkan bahwa Turki bekerja sejenis dengan UNICEF sudah menampung hampir 2.000 anak yatim piatu dan juga pengasuh dia sejak Maret 2022.

“Turki sangat mementingkan rencana PBB yang dimaksud menangani situasi anak-anak pada konflik bersenjata kemudian siap mengupayakan upaya pencegahan juga pengamanan anak-anak,” tambahnya.

Informan : Anadolu

Artikel ini disadur dari Turki : anak-anak jadi korban konflik bersenjata yang tak proporsional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *